Selasa, 17 Februari 2009

Diuji Agar Semakin Kuat

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.”
Yakobus 1:2

Sementara saya memindah-mindahkan chanel TV, ...saya menghentikan pencarian sebentar dan mulai tertuju pada tayangan hewan-hewan liar di hutan. Saya tidak memindahkannya lagi karena ada yang sangat menarik di mana seekor singa muda dibiarkan induknya berada di antara babi hutan yang ukurannya lebih besar dari singa muda. Sang induknya ternyata tidak sekedar membiarkan, tapi ia terus memperhatikan singa muda mengejar dan di kejar. Namun ketika singa muda dalam kesulitan sang induk segera maju dan babi hutan segera mundur, namun tidak diusirnya, dibiarkannya lagi singa muda mendatangi babi hutan, mulai lagi kejar mengejar, dan bila kembali singa muda dalam kesulitan maka sang induk segera menerjang. Wah... pemandangan unik kelihatannya!

Saudara apakah hubungan kita manusia ada kemiripan? Antara anak dan orang tua dalam mengasuh anak-anak hingga mandiri ada semacam tarik ulur dalam dukungan (support) sampai pada akhirnya anak-anak dapat mandiri dalam segala hal?? ...


Tuhan dengan manusia nampaknya memiliki kesamaan, kisah tadi boleh jadi merupakan perumpamaan. Tuhan dapat digambarkan seperti Sang Induk dan singa muda adalah kita manusia. Kadang kala kita dibiarkan berada pada posisi bahaya, dan terancam atau mengalami kesusahan, sesulitan ekonomi, atau juga mengalami berbagai pengalaman yang menyakitkan termasuk mengalami sakit. Tuhan memang maha melihat dan memperhatikan umatnya, dan saat yang sama ia tidak segera menangani masalah kita, boleh jadi Ia mengulur waktu untuk memampukan kita sanggup menghadapi berbagai ujian dan persoalan hidup dengan mana kita meyakini bahwa semuanya tetap dalam pengawasan dan kendali Tuhan. Dan ketika kita berusaha secara maksimal dan nampaknya kita mulai tak berdaya, di sanalah kuasa Tuhan mengaum dan sang teror segera undur.

Indah sekali rasanya melihat kenyataan seperti itu bila kita dimampukan melihatnya dengan mata iman, bahwa Tuhan selalu setia mendampingi kita secara pribadi, Ingatlah bahwa Tuhan tidak satu detikpun membiarkan kita dalam ancaman dan penderitaan. Namun Tuhan ingin sekali mendewasakan kita dengan cara-Nya yang sangat unik dengan menghadirkan berbagai ujian agar kita semakin mengenal kuasa-Nya yang ajaib.

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” Yakobus 1:2-4

“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api” 1:6-7a

Ketika saudara sakit sendirian saat ini dan bergumul dengan Tuhan serta merindukan kesembuhan ingatlah bahwa semuanya membuat saudara lebih mengenal kehendak-Nya dan kuasa-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Isilah sebagai perkenalan!