Kamis, 22 Oktober 2015

Naik Sepeda Ke Aceh


Apa yang menggentarkan orang fasik, itulah yang akan menimpa dia,
tetapi keinginan orang benar akan diluluskan.
Amsal 10:24
Pagi itu saya mengunjungi seorang pasien di lantai 4 Rumah Sakit Advent Bandung, dan bertemu dengan seorang bapa yang sudah cukup usia. “Selamat pagi pak!” pak tua segera menyahut dengan wajah ceria, dengan sambutan yang hangat. “Bagaimana pagi ini, ada kemajuan?” “Alhamdulilah pak saya sudah lebih baik.” Ya syukurlah kalau begitu, sahut saya. Saya terus berkenalan dengan paka tua, dan beliau rupanya seorang mantan kepala sekolah SMU di kota Bandung. Saya sudah lupa namanya, tapi kisahnya tak pernah lupa ketika ia menceritakan perjalanan hidupnya. Sebut saja Pak Dana, ia seorang yang warga yang sangat peduli pada kesusahan dan penderitaan orang lain, oleh karena itu ia belajar beberapa dasar ilmu kesehatan dan pengobatan di mana ia dimampukan untuk memberikan pelayanan pengobatan secara sederhana dari PMI.
Ketika kami bertemu, Pak Dana rupanya baru pulang dari Aceh, ..bertepatan waktu itu baru terjadi tragedi tsunami di Aceh, jadi spontan saya bertanya padanya, apa bapak mengunjungi keluarga yang kena musibah? “Oh tidak!” “saya cuma ingin membantu mereka sebagai relawan.” Begitu jawabnya. Saya terheran-heran karena Pak Dana sudah cukup tua untuk menjadi relawan. Saya jadi lebih tertarik lagi mendengar ceritanya. Ia mengisahkan ketika pemerintah kota Bandung menyaring para relawan, Pak Dana sempat mendaftarkan dirinya, namun ditolak karena usianya yang tidak memungkinkan. Ia sempat kecewa karena sesungguhnya ia masih mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut.
 

Berpantang (Bertarak)


ELLEN G. WHITE

"Pertarakan yang benar mengajar kita untuk membuang sama sekali segala sesuatu yang menyakitkan, dan menggunakan secara bijaksana apa yang menyehatkan. . . .  Tubuh harus menjadi pelayan bagi pikiran, bukan pikiran yang menjadi hamba bagi tubuh."

". . . biasakan bertarak dalam segala hal, . . . bertarak dalam bekerja, bertarak dalam makan dan minum."

"Mereka yang mengatakan bahwa tembakau tidak mencelakakan diri mereka, dapat diyakinkan akan kesalahan mereka dengan melepaskan diri mereka dari bahan tersebut selama beberapa hari; saraf-saraf yang bergetar, kepala pening, perasaan gelisah yang dialami, akan membuktikan kepada mereka bahwa kebiasaan dosa ini telah memperhamba mereka.  Itu bisa diatasi dengan kuasa kemauan.  Mereka sedang ditawan kepada suatu kejahatan yang menakutkan sebagai hasilnya."

Kamis, 24 September 2015

10 langkah menjalin hubungan jarak jauh

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak pasangan yang ragu menjalin hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship). Rata-rata memandang bahwa LDR tak akan berhasil.

Padahal, sebuah hubungan terpisah jarak dan waktu tak selamanya buruk. Bahkan, ada 10 manfaat positif yang bisa Anda petik.

1. Saling mengenal satu sama lain dengan baik
Ketika Anda berada dalam hubungan jarak jauh, Anda tidak perlu membangun hubungan Anda dengan kata-kata, tapi lebih kepada tindakan.

Penelitian terbaru yang dilansir Lifehack, menunjukkan bahwa pasangan jarak jauh kurang sering berbicara dibandingkan mereka yang tinggal di kota yang sama. Walau begitu, interaksi yang terjalin cenderung lebih dalam dan bermakna.

Berbicara pada tingkat yang mendalam akan membantu Anda dan dia saling mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Dalam proses ini, Anda bisa mengembangkan keterampilan komunikasi dan kebiasaan yang akan membantu hubungan Anda langgeng.

2. Nafsu atau cinta
Hubungan jarak jauh lebih mengedepankan keintiman emosi daripada keintiman fisik. Anda akan menemukan bahwa Anda berdua saling tertarik bukan sekadar karena seks. Namun, lebih mendalam secara emosi.

3. Menguji kepercayaan
Ketika Anda berada jauh dari seseorang yang Anda cintai, sulit untuk mengecek kegiatannya di seberang sana. Ketika dia bersenang-senang bersama temannya, itu akan memicu kecemburuan karena Anda menebak-nebak apa yang dilakukannya di sana.

Menjalin LDR memaksa Anda untuk mengenali dan menghadapi ketidakamanan dan ketidaknyamanan dalam hubungan. LDR membuat Anda melatih memberi dan mendapatkan kepercayaan. Keyakinan dan rasa aman yang Anda berdua peroleh, sungguh tak ternilai harganya.

4. Belajar berkomunikasi dan menyelesaikan konflik