Masalah Kesehatan
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Masalah Kesehatan dapat tumbuh dari berbagai penyebab, sebagian besar dari mereka karena adanya perubahan fungsi tubuh baik itu secara fisiologis ataupun anatomi. Namun kebanyakan masalah kesehatan ditimbulkan oleh Stress.
Penelitian menemukan bahwa mental dari pikiran kita atau Stress dapat mempengaruhi berbagai masalah kesehatan tubuh seseorang secara fisik.
Bila kita berada dibawah tekanan, baik fisik, mental atau emosional, maka fungsi sistem kekebalan tubuh secara signifikan menurun yang membuat kita rentan terhadap penyakit, ketika tubuh kita berada dalam tekanan, maka tubuh kita seperti diporsir untuk bekerja lebih, seperti orang yang sedang mengalami serangan jantung atau Stroke.
Namun setiap orang masing masing memiliki perbedaan reaksi terhadap Stress, ada yang bisa beradaptasi atau tubuh dan pikiran kita dengan mudah dapat menanggulangi ketika stress, ada juga tubuh yang menolak jika mengalami stress, nah proses adaptasi ini bisa disebabkan oleh faktor Keturunan dan tahapan hidup.
isilah jiwa kita terus dengan hal-hal yang baik maka dengan sendirinya ia akan mengeluarkan kebaikan semata
Sabtu, 06 Februari 2010
Mengelola kesehatan melalui pikiran
Selain menjaga kesehatan raga anda, setiap orang, termasuk kaum lelaki, juga perlu mengembangkan kesehatan pikirannya. Soalnya, pikiran yang sehat juga akan mempengaruhi kesehatan tubuh, dan sebaliknya. Jadi, saling terkait satu sama lain deh!
Lalu gimana cara memperoleh pikiran yang sehat? Sekaligus menjaga kesehatan badan. Ada beberapa cara sebetulnya, tetapi semuanya tergantung pada anda. Yang jelas, semuanya bertujuan bagi kesehatan mental dan raga anda.
Berpikir positifBanyak perasaan tidak enak timbul akibat pikiran-pikiran negatif. Karena itu, anda perlu mempelajari pengelolaan pikiran yang sehat dan positif. Ini dapat anda peroleh dengan membaca buku, mengikuti seminar atau mencari ahli terapi yang baik.
Emosi Pikiran dan Kesehatan
Emosi pikiran dan kesehatan
Tim Power Brain IndonesiaNewsweek international di awal bulan Oktober ini mengeluarkan tulisan dengan tema adanya suatu jalur khusus antara emosi , pikiran dan kesehatan dengan titik berat pada hubungan antara pikiran dan tubuh . Tulisan tersebut cukup panjang . Dan akan kami coba untuk menyampaikannya secara singkat dan padat kepada anda dalam 2 tulisan berikut ini .Sejak dahulu sudah di ketahui bahwa ada suatu hubungan yang sangat abstrak antara tubuh dan pikiran , namun hal tersebut tidak habis habisnya diteliti dikarenakan selalu timbul permasalahan yang sangat menarik, misalnya saja bahwa perasaan cemas, kepusasaan ,atau cinta dan optimisme itu bukan masalah perasaaan saja ; namun mereka itu merupakan suatu keadaan yang mampu mempengaruhi berbagai macam organ dan metabolisme di dalam tubuh kita misalnya saja jantung dan pembuluh darah , atau lambung . Dan otak ; adalah pintu gerbang yang menghubungkan keduanya . Maksudnya adalah ; aksi yang disebabkan oleh perasaan perasaan diatas akan diolah dengan sangat rumit dan cermat oleh otak , dan akan menyebabkan reaksi tertentu bila hal tersebut terus menerus berlangsung . Contohnya adalah bagaimana seseorang yang sedang mengalami stress, dapat menderita penyakit kulit eksim ( neurodermatitis ) akibat stressnya tersebut, atau seseorang yang depresi dan terus menerus mengeluh bahwa setiap jengkal dari tubuhnya terasa nyeri padahal dari pemeriksaan yang dilakukan ternyata baik baik saja ( hipokondriasis ) .
Tim Power Brain IndonesiaNewsweek international di awal bulan Oktober ini mengeluarkan tulisan dengan tema adanya suatu jalur khusus antara emosi , pikiran dan kesehatan dengan titik berat pada hubungan antara pikiran dan tubuh . Tulisan tersebut cukup panjang . Dan akan kami coba untuk menyampaikannya secara singkat dan padat kepada anda dalam 2 tulisan berikut ini .Sejak dahulu sudah di ketahui bahwa ada suatu hubungan yang sangat abstrak antara tubuh dan pikiran , namun hal tersebut tidak habis habisnya diteliti dikarenakan selalu timbul permasalahan yang sangat menarik, misalnya saja bahwa perasaan cemas, kepusasaan ,atau cinta dan optimisme itu bukan masalah perasaaan saja ; namun mereka itu merupakan suatu keadaan yang mampu mempengaruhi berbagai macam organ dan metabolisme di dalam tubuh kita misalnya saja jantung dan pembuluh darah , atau lambung . Dan otak ; adalah pintu gerbang yang menghubungkan keduanya . Maksudnya adalah ; aksi yang disebabkan oleh perasaan perasaan diatas akan diolah dengan sangat rumit dan cermat oleh otak , dan akan menyebabkan reaksi tertentu bila hal tersebut terus menerus berlangsung . Contohnya adalah bagaimana seseorang yang sedang mengalami stress, dapat menderita penyakit kulit eksim ( neurodermatitis ) akibat stressnya tersebut, atau seseorang yang depresi dan terus menerus mengeluh bahwa setiap jengkal dari tubuhnya terasa nyeri padahal dari pemeriksaan yang dilakukan ternyata baik baik saja ( hipokondriasis ) .
PENGARUH PERSEPSI
PENGARUH PERSEPSI (2): PENYEMBUHAN PENYAKIT DENGAN PIKIRAN
Fenomena placebo seringkali membingungkan para profesional medis. (PHOTOS.COM)
(Epochtimes.co.id)
Pikiran positif adalah kekuatan dan seringkali kurang dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit.
Efek keyakinan atas keberhasilan suatu terapi telah didokumentasikan selama dua abad lebih. Meskipun pemikiran dan emosi dengan cepat diterima sebagai alat untuk penyembuhan, banyak orang yang tidak memanfaatkan sepenuhnya kekuatan pikiran mereka.
Ada bukti yang berkembang bahwa pelepas-gejala placebo menjadi garda depan terapi medis. Pengobatan Internal Tahunan 2002 mengemukakan bahwa respon placebo, "Kemungkinan akan membawa pengetahuan menuju cara kerja terapi medis yang jauh lebih mendalam dan mungkin juga menuju penyembuhan nyata pada kesehatan dan kesejahteraan manusia."
Bapak terapi tertawa, Norman Cousins, yang melakukan penelitian biokimia di sekolah kedokteran di UCLA, menyampaikan, "Pikiran lebih kuat dari pada obat."
Fenomena placebo seringkali membingungkan para profesional medis. (PHOTOS.COM)
(Epochtimes.co.id)
Pikiran positif adalah kekuatan dan seringkali kurang dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit.
Efek keyakinan atas keberhasilan suatu terapi telah didokumentasikan selama dua abad lebih. Meskipun pemikiran dan emosi dengan cepat diterima sebagai alat untuk penyembuhan, banyak orang yang tidak memanfaatkan sepenuhnya kekuatan pikiran mereka.
Ada bukti yang berkembang bahwa pelepas-gejala placebo menjadi garda depan terapi medis. Pengobatan Internal Tahunan 2002 mengemukakan bahwa respon placebo, "Kemungkinan akan membawa pengetahuan menuju cara kerja terapi medis yang jauh lebih mendalam dan mungkin juga menuju penyembuhan nyata pada kesehatan dan kesejahteraan manusia."
Bapak terapi tertawa, Norman Cousins, yang melakukan penelitian biokimia di sekolah kedokteran di UCLA, menyampaikan, "Pikiran lebih kuat dari pada obat."
Langganan:
Postingan (Atom)