Senin, 25 Oktober 2010

Anak minta ganti nama

Question Anak Minta Ganti Nama [Sikap Orang Tua??]

Seorang rekan terhenyak ketika putri ciliknya yang berusia 3 tahunan mengajukan protes," Mama, kenapa namaku bukan Princess?". Sementara seorang rekan lainnya langsung mati gaya ketika anaknya yang menjelang remaja keberatan dengan namanya yang mirip seorang penyanyi dangdut. Bagaimana orangtua merespons protes semacam itu? Haruskah dituruti bila anak ngotot ingin mengganti namanya?

"Tidak harus kok!", tukas psikolog dari Personal Growth, Nessi Purnomo, Psi. Mengapa? Selain sederet kerepotan yang harus siap dilakoni terkait dengan aspek legal, pada dasarnya nama adalah doa dan harapan yang diformalkan lewat Akta Kelahiran sekaligus dipublikasi kepada khalayak.

Menurut Nessi, mestinya orangtua bisa memaklumi keinginan anak untuk mengganti namanya dengan sesuatu yang dinilainya lebih keren. Nama yang dianggap sarat makna sebagai bentuk doa dan harapan orangtua, sangat mungkin dianggap aneh dan jadul oleh anak.

Sikap anak yang terkesan merendahkan nama pemberian orangtua ini pun seyogyanya tidak dijadikan bahan perdebatan sengit. Bukankah referensi anak pun mengalami pergeseran? Akibatnya, melalui apa yagn dilihat, didengar, dan dibacanya di era globalisasi, nama-nama yang bermuatan lokal lantas dinilai sangat tidak keren sekaligus membuat anak merasa risih mengingat nama seseorang identik dengan identitas dirinya sepanjang hidup.

Larangan nama buruk

Malaysia melarang penggunaan nama yang buruk


Menurut The New Straits Times, Minggu (30/7), Pemerintah Malaysia tak akan mengizinkan lagi dipakainya nama-nama yang memiliki arti tak baik dalam bahasa ketiga kelompok etnik utama negeri itu.
Penduduk Malaysia yang berjumlah 26 juta jiwa terdiri dari kelompok Melayu (60 persen), China (26 persen), dan India (8 persen). Menurut harian terbitan Kuala Lumpur tersebut, juru bicara Departemen Pendaftaran Nasional Malaysia Jainisah Noor menyatakan, pihaknya punya daftar nama yang disusun berdasarkan masukan berbagai kelompok budaya dan agama.

"Kami hanya membantu menyebarluaskan informasi yang dimiliki," kata Jainisah. Zani dan Woti adalah dua nama Melayu yang masuk dalam daftar nama terlarang karena " zani" berarti laki-laki pezinah dan "woti" artinya hubungan intim. Bagi orang India, nama Karrupan, yang artinya si hitam, juga tak boleh dipakai. Masih kata Jainisah, orangtua tak boleh menamai anak dengan nama-nama warna, binatang, serangga, buah-buahan, atau sayur-sayuran.

Dulu, sebagian orang China biasa memberi anak mereka nama yang buruk agar ia selalu beruntung dan tak diganggu roh jahat. Kini nama China Kanton, seperti Ah Kow, yang artinya anjing, atau Ah Gong (jiwa yang tak waras), juga dilarang.

Nama-nama China lain yang pantang dipakai termasuk Chow Tow dan Sum Seng, yang masing-masing bermakna kepala yang bau busuk dan penjahat. Namun, lanjut Jainisah, "Orang tua yang tetap ingin memakai nama yang dilarang tetap boleh mengajukan permohonan ke departemen dan masih mungkin bisa dikabulkan."
Sumber: kompas.com (AFP/Reuters/muk)

10 kiat menjadi pribadi yang disukai

10 Kiat Utama menjadi seorang PRIBADI yang DISUKAI

Okt, 25 2010

Betapa berharganya nasehat orang – orang besar yang bijak. Betapa tinggi nilainya pengalaman orang – orang yang sukses dalam hidup. Betapa mahalnya pelajaran dari para ahli yang profesional dibidang hubungan sosial. Sebagian kecil dari nasehat pengalaman dan pelajaran itu disarikan dalam halaman ini, khusus bagi anda yang punya kemauan untuk menjadi seorang Pribadi yang lebih baik, Pribadi yang disukai.
Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri, sehungga tidak sedikit orang yang berani mempertaruhkan harga dirinya.
Untuk menjadi pribadi yang disukai, Anda harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, lebih berprestasi dan lebih bersahabat.
ROYAL DALAM MEMBERI PUJIAN ...

Sabtu, 06 Februari 2010

Mengelola stress

Masalah Kesehatan
Oleh: AsianBrain.com Content Team

Masalah Kesehatan dapat tumbuh dari berbagai penyebab, sebagian besar dari mereka karena adanya perubahan fungsi tubuh baik itu secara fisiologis ataupun anatomi. Namun kebanyakan masalah kesehatan ditimbulkan oleh Stress.
Penelitian menemukan bahwa mental dari pikiran kita atau Stress dapat mempengaruhi berbagai masalah kesehatan tubuh seseorang secara fisik.
Bila kita berada dibawah tekanan, baik fisik, mental atau emosional, maka fungsi sistem kekebalan tubuh secara signifikan menurun yang membuat kita rentan terhadap penyakit, ketika tubuh kita berada dalam tekanan, maka tubuh kita seperti diporsir untuk bekerja lebih, seperti orang yang sedang mengalami serangan jantung atau Stroke.
Namun setiap orang masing masing memiliki perbedaan reaksi terhadap Stress, ada yang bisa beradaptasi atau tubuh dan pikiran kita dengan mudah dapat menanggulangi ketika stress, ada juga tubuh yang menolak jika mengalami stress, nah proses adaptasi ini bisa disebabkan oleh faktor Keturunan dan tahapan hidup.

Mengelola kesehatan melalui pikiran



Selain menjaga kesehatan raga anda, setiap orang, termasuk kaum lelaki, juga perlu mengembangkan kesehatan pikirannya. Soalnya, pikiran yang sehat juga akan mempengaruhi kesehatan tubuh, dan sebaliknya. Jadi, saling terkait satu sama lain deh!
Lalu gimana cara memperoleh pikiran yang sehat? Sekaligus menjaga kesehatan badan. Ada beberapa cara sebetulnya, tetapi semuanya tergantung pada anda. Yang jelas, semuanya bertujuan bagi kesehatan mental dan raga anda.
Berpikir positifBanyak perasaan tidak enak timbul akibat pikiran-pikiran negatif. Karena itu, anda perlu mempelajari pengelolaan pikiran yang sehat dan positif. Ini dapat anda peroleh dengan membaca buku, mengikuti seminar atau mencari ahli terapi yang baik.

Emosi Pikiran dan Kesehatan

Emosi pikiran dan kesehatan

Tim Power Brain IndonesiaNewsweek international di awal bulan Oktober ini mengeluarkan tulisan dengan tema adanya suatu jalur khusus antara emosi , pikiran dan kesehatan dengan titik berat pada hubungan antara pikiran dan tubuh . Tulisan tersebut cukup panjang . Dan akan kami coba untuk menyampaikannya secara singkat dan padat kepada anda dalam 2 tulisan berikut ini .Sejak dahulu sudah di ketahui bahwa ada suatu hubungan yang sangat abstrak antara tubuh dan pikiran , namun hal tersebut tidak habis habisnya diteliti dikarenakan selalu timbul permasalahan yang sangat menarik, misalnya saja bahwa perasaan cemas, kepusasaan ,atau cinta dan optimisme itu bukan masalah perasaaan saja ; namun mereka itu merupakan suatu keadaan yang mampu mempengaruhi berbagai macam organ dan metabolisme di dalam tubuh kita misalnya saja jantung dan pembuluh darah , atau lambung . Dan otak ; adalah pintu gerbang yang menghubungkan keduanya . Maksudnya adalah ; aksi yang disebabkan oleh perasaan perasaan diatas akan diolah dengan sangat rumit dan cermat oleh otak , dan akan menyebabkan reaksi tertentu bila hal tersebut terus menerus berlangsung . Contohnya adalah bagaimana seseorang yang sedang mengalami stress, dapat menderita penyakit kulit eksim ( neurodermatitis ) akibat stressnya tersebut, atau seseorang yang depresi dan terus menerus mengeluh bahwa setiap jengkal dari tubuhnya terasa nyeri padahal dari pemeriksaan yang dilakukan ternyata baik baik saja ( hipokondriasis ) .

PENGARUH PERSEPSI

PENGARUH PERSEPSI (2): PENYEMBUHAN PENYAKIT DENGAN PIKIRAN
Fenomena placebo seringkali membingungkan para profesional medis. (PHOTOS.COM)
(Epochtimes.co.id)
Pikiran positif adalah kekuatan dan seringkali kurang dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit.
Efek keyakinan atas keberhasilan suatu terapi telah didokumentasikan selama dua abad lebih. Meskipun pemikiran dan emosi dengan cepat diterima sebagai alat untuk penyembuhan, banyak orang yang tidak memanfaatkan sepenuhnya kekuatan pikiran mereka.
Ada bukti yang berkembang bahwa pelepas-gejala placebo menjadi garda depan terapi medis. Pengobatan Internal Tahunan 2002 mengemukakan bahwa respon placebo, "Kemungkinan akan membawa pengetahuan menuju cara kerja terapi medis yang jauh lebih mendalam dan mungkin juga menuju penyembuhan nyata pada kesehatan dan kesejahteraan manusia."
Bapak terapi tertawa, Norman Cousins, yang melakukan penelitian biokimia di sekolah kedokteran di UCLA, menyampaikan, "Pikiran lebih kuat dari pada obat."