Seorang rekan terhenyak ketika putri ciliknya yang berusia 3 tahunan mengajukan protes," Mama, kenapa namaku bukan Princess?". Sementara seorang rekan lainnya langsung mati gaya ketika anaknya yang menjelang remaja keberatan dengan namanya yang mirip seorang penyanyi dangdut. Bagaimana orangtua merespons protes semacam itu? Haruskah dituruti bila anak ngotot ingin mengganti namanya?
"Tidak harus kok!", tukas psikolog dari Personal Growth, Nessi Purnomo, Psi. Mengapa? Selain sederet kerepotan yang harus siap dilakoni terkait dengan aspek legal, pada dasarnya nama adalah doa dan harapan yang diformalkan lewat Akta Kelahiran sekaligus dipublikasi kepada khalayak.
Menurut Nessi, mestinya orangtua bisa memaklumi keinginan anak untuk mengganti namanya dengan sesuatu yang dinilainya lebih keren. Nama yang dianggap sarat makna sebagai bentuk doa dan harapan orangtua, sangat mungkin dianggap aneh dan jadul oleh anak.
Sikap anak yang terkesan merendahkan nama pemberian orangtua ini pun seyogyanya tidak dijadikan bahan perdebatan sengit. Bukankah referensi anak pun mengalami pergeseran? Akibatnya, melalui apa yagn dilihat, didengar, dan dibacanya di era globalisasi, nama-nama yang bermuatan lokal lantas dinilai sangat tidak keren sekaligus membuat anak merasa risih mengingat nama seseorang identik dengan identitas dirinya sepanjang hidup.
"Tidak harus kok!", tukas psikolog dari Personal Growth, Nessi Purnomo, Psi. Mengapa? Selain sederet kerepotan yang harus siap dilakoni terkait dengan aspek legal, pada dasarnya nama adalah doa dan harapan yang diformalkan lewat Akta Kelahiran sekaligus dipublikasi kepada khalayak.
Menurut Nessi, mestinya orangtua bisa memaklumi keinginan anak untuk mengganti namanya dengan sesuatu yang dinilainya lebih keren. Nama yang dianggap sarat makna sebagai bentuk doa dan harapan orangtua, sangat mungkin dianggap aneh dan jadul oleh anak.
Sikap anak yang terkesan merendahkan nama pemberian orangtua ini pun seyogyanya tidak dijadikan bahan perdebatan sengit. Bukankah referensi anak pun mengalami pergeseran? Akibatnya, melalui apa yagn dilihat, didengar, dan dibacanya di era globalisasi, nama-nama yang bermuatan lokal lantas dinilai sangat tidak keren sekaligus membuat anak merasa risih mengingat nama seseorang identik dengan identitas dirinya sepanjang hidup.