Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. Amsal 19:2
Hidup di zaman modern terdorong untuk melakukan berbagai kegiatan dengan cepat dan bahkan serba terburu-buru, karena begitu berartinya waktu. Termasuk dalam soal makan. Dengan jadwal kerja yang begitu padat, perjalanan yang jauh ke tempat kerja, dan jam masuk kerja di pagi hari yang harus on time, maka sering kali para pekerja, siswa, dan mahasiswa pun tidak lagi menikmati makanan dengan santai, bahkan terkesan asal masuk saja.
Makan yang terburu-buru, dengan mengunyah sekedarnya saja, membuat makanan yang masuk ke dalam lambung masih berukuran besar, sehingga tentunya pekerjaan yang seharusnya masih dikerjakan mulut ditransfer ke lambung, sehingga lambung terlalu berat bekerja, dan bahkan cenderung proses selanjutnya juga terganggu. Lambung pada akhirnya menjadi tumpukan makanan yang hanya sedikit sekali yang dapat diserap tubuh, sehingga sel-sel yang harusnya mendapat asupan makanan menjadi lemah dan mati....
Inilah hanyalah sebuah gambaran tentang kebenaran ayat di atas, bahwa “..tergesa-gesa akan salah langkah”. Apalagi bila makan dengan ikan sebagai lauk pauknya, sering terjadi tulang ikan menusuk kerongkongan akibat makan yang tergesa-gesa.
Sepanjang hari kita mempunyai rencana pekerjaan yang telah dijadwalkan, dan buatlah rencana tersebut dengan alokasi waktu yang optimal dengan kesanngupan kita, sehingga tidak ada pekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa.
Dalam menyelesaikan satu pekerjaan terkadang muncul interupsi yang menghabat laju pekerjaan kita, yang berupa dering telpon, ketukan pintu, kehadiran tamu yang kurang penting, atau ajakan makan siang sahabat dlsb. Jika kita tidak mampu mengatasi atau menolaknya maka pekerjaan kita tertunda, yang akan membebani pekerjaan selanjutnya, dan tiba pada gilirannya akan kita kerjakan dengan tergesa-gesa. Inilah yang Kitab Suci katakan ”... akan salah langkah”. Akan terjadi banyak kesalahan dan kelupaan dan bahkan kegagalan pekerjaan kita.
Ayat kita hari ini mengajak kita untuk lebih rajin mengerjakannya, dengan tidak menunda pekerjaan. Dan sesungguhnya keberhasilan kita sangat ditentukan dengan melakukan tugas kita secara teratur satu per satu sedikit demi sedikit dan bukan diborong sekaligus pada waktu yang sama. Demikian juga dengan makanan, akan lebih sehat makan sedikit-sedikit secara teratur dibanding makan sekali dengan jumlah yang banyak.
Namun ada teguran juga bagi mereka yang rajin....”....kerajinanpun tidak baik tanpa pengetahuan”. Seseorang sedang membuang batuan kecil dari kacang kedelai yang hendak dimasaknya, ia begitu rajin membuang satu per satu, tapi seorang yang lain yang berpengetahuan, ia menggunakan penampi dan penyaring yang hanya singkat saja ia kerjakan.... Carilah pengetahuan dan gunakan secara teratur, serta rencakan dan jadwalkan pekerjaanmu hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Isilah sebagai perkenalan!