Kamis, 22 Oktober 2015

Berpantang (Bertarak)


ELLEN G. WHITE

"Pertarakan yang benar mengajar kita untuk membuang sama sekali segala sesuatu yang menyakitkan, dan menggunakan secara bijaksana apa yang menyehatkan. . . .  Tubuh harus menjadi pelayan bagi pikiran, bukan pikiran yang menjadi hamba bagi tubuh."

". . . biasakan bertarak dalam segala hal, . . . bertarak dalam bekerja, bertarak dalam makan dan minum."

"Mereka yang mengatakan bahwa tembakau tidak mencelakakan diri mereka, dapat diyakinkan akan kesalahan mereka dengan melepaskan diri mereka dari bahan tersebut selama beberapa hari; saraf-saraf yang bergetar, kepala pening, perasaan gelisah yang dialami, akan membuktikan kepada mereka bahwa kebiasaan dosa ini telah memperhamba mereka.  Itu bisa diatasi dengan kuasa kemauan.  Mereka sedang ditawan kepada suatu kejahatan yang menakutkan sebagai hasilnya."

 
"Bagaimana seorang ayah mulutnya penuh dengan tembakau, yang nafasnya meracuni udara dalam rumah, mengajarkan kepada anak-anaknya tentang pelajaran bertarak dan mengendalikan diri?"

"Tembakau adalah suatu jenis racun yang paling licik dan jahat, menyenangkan tetapi kemudian melumpuhkan kemampuan saraf-saraf tubuh.  Lebih berbahaya lagi oleh karena akibat-akibatnya terhadap sistem tubuh adalah lamban, pada mulanya tidak terasa.  Banyak orang telah jatuh menjadi korban dari pengaruh yang meracuni ini.  Mereka sesungguhnya membunuh diri sendiri dengan racun yang perlahan-lahan ini."

". . . sejumlah besar uang telah dibelanjakan untuk tembakau dan minuman keras . . . untuk membuat selera yang lemah dan tidak wajar terhadap benda-benda beracun itu, dan membunuh bukan saja si pemakai tetapi juga mereka yang dia tulari penyakit dan kebodohannya."

"Efek mula-mula (dari kopi dan teh) perasaan segar.  Saraf-saraf lambung terangsang; ini membawa gangguan pada otak, dan pada gilirannya ia akan memberikan tambahan kerja pada jantung, dan energi yang singkat pada seluruh sistem tubuh.  Rasa lelah diabaikan, kekuatan terasa bertambah.  Daya pikir meningkat, daya khayal menjadi lebih hidup."
"Oleh sebab akibat-akibat tersebut banyak orang mengira bahwa teh dan kopi yang mereka minum itu memberikan kebaikan yang luar biasa.  Tetapi ini suatu kekeliruan. . . .  Bilamana pengaruh dari perangsang ini telah hilang. . . akibatnya adalah keadaan lesu dan lemah.  Pemakaian secara terus-menerus dari perusak saraf ini diikuti dengan sakit kepala, kelesuan, jantung berdebar, gangguan pencernaan, gemetar, dan banyak keburukan lainnya, oleh karena bahan tersebut menyingkirkan kekuatan-kekuatan hidup."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Isilah sebagai perkenalan!